Mitos Atau Fakta, Tidur di Lantai Bisa Berpotensi Sebabkan Rematik? Begini Kata Dokter

Masih banyak masyarakat yang mengaitkan antara kebiasaan tidur di lantai dengan kejadian penyakit rematik. Rematik, biasanya ditandai dengan gejala nyeri atau sakit pada bagian tertentu pada tubuh. Namun benarkah? Terkait hal ini, Dokter Spesialis Orthopedi & Traumatologi Klinik Utama DR. Indrajana dr. Liauw Roger Leo, Sp.OT pun beri tanggapan.

"Sebenarnya begini, mitos itu kan berasal dari suatu kejadian bisa benar atau tidak. Tapi sebenarnya tidak sepenuhnya salah," ungkapnya pada awak media di Jakarta Pusat, Minggu (3/3/2024). Namun, memang masih ada salah pemahaman pada masyarakat terkait nyeri ketika tidur di lantai, lalu dikaitkan dengan rematik. Sedangkan dr Roger ungkap jika penyakit rematik hanya bisa diketahui melalui pemeriksaan Rheumatoid Factor (RF) atau melalui laboratorium.

Rematik sendiri merupakan sebuah kondisi autoimun dan tidak disebabkan oleh kebiasaan tidur di lantai. Mitos Atau Fakta, Tidur di Lantai Bisa Berpotensi Sebabkan Rematik? Begini Kata Dokter Mitos Atau Fakta, Kangkung Bisa Sebabkan Hipertensi ? Ternyata Ini Manfaat Kangkung

Makanan Ini Disebut Bisa Sebabkan Endometriosis, Benarkah? Berikut Kata Dokter Dampak Buruk Duduk Terlalu Lama Bisa Sebabkan Kanker, Hoax atau Fakta? Kangkung Jadi Penyebab Hipertensi, Mitos atau Fakta

Mitos atau Fakta, Wanita Mendesah saat Hubungan Seksual? Sayuran Hijau Memperburuk Penyakit Asam Urat, Mitos atau Fakta Tidur dalam Mobil saat AC Nyala Bisa Sebabkan Kematian, Ini Penjelasan Dokter Asal Sulawesi Utara

Penyakit ini pun tidak bisa sembuh total. Sedangkan rasa nyeri yang mungkin muncul setelah tidur di lantai dapat disembuhkan dengan lebih mudah dengan pijatan relaksasi. "Kita tidur di lantai, rasakan esok hari bagaimana? Pegel, sakit dan sebagainya. Kenapa? Karena lantai keras dan kedua dingin. Itu kata kuncinya," jelasnya. Manusia, memiliki kondisi darah yang hangat. Ditambah dengan kondisi lingkungan Indonesia yang merupakan negara tropis.

Begitu tidur di lantai yang terbuat dari tegel, rasa dingin bisa dihantarkan dengan baik. "Berjam jam, 6 8 jam memberikan rasa tidak nyaman signifikan. Makanya itu berakibat rasa nyeri. Dan awalnya otot, bukan sendi. Otot terasa sakit. Begitu terasa pegal, dilakukan adalah pijat atau refleksi, maka enak," tutupnya. Artikel ini merupakan bagian dari

KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Masih banyak masyarakat yang mengaitkan antara kebiasaan tidur di lantai dengan kejadian penyakit rematik. Rematik, biasanya ditandai dengan gejala nyeri atau sakit pada bagian tertentu pada tubuh. Namun benarkah? Terkait hal ini, Dokter Spesialis Orthopedi & Traumatologi Klinik Utama DR. Indrajana dr. Liauw Roger Leo, Sp.OT pun beri tanggapan. "Sebenarnya begini, mitos itu kan berasal…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *