Diserang Akibat Cuitan Eksploitasi Gala, Ernest Prakasa Ancam akan Blokir Akun

Komika dan sutradara, Ernest Prakasa tak tinggal diam setelah terus-terusan mendapatkan serangan usai cuitan soal eksploitasi Gala, anak mendiang Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah di akun Twitternya, Sabtu, 6 November 2021. Kendati ia sudah menghapus cuitannya dan meminta maaf, namun serangan tak kunjung berhenti.

Bahkan, kemarin kata kunci Ernest merajai trending topic di Twitter yang kebanyakan berisi hujatan kepadanya. Menjadi korban di dunia maya akibat cuitannya, Ernest pun mengancam akan melakukan aksi finalnya agar penyerangnya di dunia maya tak bisa menghujatnya lagi. Ia mengungkapkan niatnya di Instagram Storynya, Ahad, 7 November 2021.

“Jika diperlukan, aku akan memblokirmu tanpa ragu-ragu atau menyesal. Tombol block adalah sahabatku,” tulisnya dalam bahasa bercampur Inggris dan Indonesia.

Suami Meira Anastasia ini menjelaskan, ia berhak memblokir akun siapapun yang menyerangnya di media sosial. Tindakan ini bukan karena merasa baper, sensitif, atau antikritik. “Hahaha, aku hanya tidak ingin melihatmu di Instagram saya. Sebaliknya, mungkin kita bisa berjabat tangan di kehidupan nyata,” tulisnya menambahkan dalam Bahasa Inggris.

Serangan terhadap Ernest Prakasa ini bermula dari cuitannya pada Sabtu lalu. “Semoga baby Gala dilindungi dari nafsu berkonten yang membara dari orang-orang dewasa di sekitarnya.”

Cuitan ini dianggap kurang simpatik di tengah suasana duka keluarga dan kerabat Vanessa dan Bibi yang meninggal karena kecelakaan pada Kamis, 4 November 2021. Ernest memang tidak menyebutkan siapa orang-orang dewasa itu, tapi cuitan itu mendorong netizen ramai-ramai menghujat Fuji dan Fadly Faisal, dua adik Bibi Ardiansyah dan para pengusaha seperti Tomliwafa, Maharani Kemala, dan Shandy Purnamasari, para sahabat mendiang pasangan itu.

Netizen menilai, orang-orang dewasa di sekitar Gala inilah yang memanfaatkan kemalangan bayi malang berusia 15 tahun dengan membuat konten. Padahal, mereka memberikan kabar tentang Gala untuk menjawab berondongan pertanyaan netizen yang mengkhawatirkan batita kuat itu.

Fuji dan Tomliwafa pun membuat klarifikasi. Mereka kesal dituduh memanfaatkan Gala demi konten. Apalagi, Fuji adalah adik kandung Bibi dan Tomliwafa adalah pengusaha yang mengurus pengantaran jenazah Bibi dan Vanessa ke Jakarta,mengurus Gala selama perawatan di Surabaya, dan mendatangkan dua adik Bibi.

Usai klarifikasi itu, serangan berbalik kepada Ernest. Sutradara Imperfect ini dituduh hanya nyinyir tapi tidak membantu keluarga korban yang berduka. Ernest sempat membela diri. “Gue percaya kalau kita berbuat baik, tanpa dijadikan konten pun perbuatan baiknya tidak kehilangan nilai,” cuitnya, kemarin siang.

Tapi serangan terus berlangsung kepada ayah dua anak ini. Ernest Prakasa akhirnya menghapus cuitan dan meminta maaf. “Terlepas dari niatnya, yang menjadi dampak riil adalah hasilnya. Ketika sudah muncul lebih banyak keburukan daripada manfaat, maka saya sudah berbuat salah. Twit soal baby Gala sudah saya hapus, saya minta maaf atas kesalahan saya.” Tomliwafa pun sudah memaafkannya.

Ernest Prakasa menjelaskan, ia berhak memblokir akun siapapun yang menyerangnya di media sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.